Market Outlook Di November 2015



( 2015-11-16 08:00:18 )

Pada pekan lalu bursa pasar modal di Indonesia tercatat melemah bias dari bursa kawasan oleh isyu menguatnya kemungkinan naiknya suku bunga the Fed, sehingga setiap minggunya bursa ditutup melemah 2.05% ke level 4,472.84, sesuai dengan prediksi minggu lalu. Untuk minggu berikutnya ini (16-20 November) bursa masih menghadapi tantangan sehubungan terkait pelemahan ekonomi Jepang, terror di Paris dan rencana kenaikan suku bunga the Fed, walau di posisi support akan muncul bargain hunting. Secara mingguan, IHSG berada di antara resistance level di posisi 4696 dan 4930, sedangkan support di level 4415 kemudian 4012.

Mata uang rupiah pada pekan lalu terpantau terkoreksi dengan US dollar yang melanjutkan keperkasaannya di pasar global, di mana setiap pekan rupiah agak melemah ke level 13,600. Kurs USDIDR pada minggu yang akan datang diperkirakan berada dalam range antara resistance di level 14,235 dan 14,800, sementara support di level 13,240 dan 13,020.

Untuk indikator ekonomi global, pada minggu yang akan datang ini akan diwarnai sejumlah data ekonomi penting. Secara umum sejumlah agenda keluarkan data ekonomi global yang kiranya perlu diperhatikan investor minggu ini, adalah: • Untuk kawasan Amerika : Rilis data Core CPI m/m pada Selasa malam; disambung dengan rilis Building Permits pada Rabu malam; dilanjutkan dengan rilis FOMC Meeting Minutes pada Kamis dini hari; lalu data tenaga kerja Unemployment Claims dan Philly Fed Manufacturing Index pada Kamis malam. • Untuk kawasan Eropa dan Inggris : Rilis data German ZEW Economic Sentiment pada Selasa sore; diikuti dengan rilis Retail Sales m/m Inggris pada Rabu sore. • Untuk kawasan Asia Australia : Rilis BI Rate dari RDG BI pada Selasa siang, kemungkinan akan bertahan di level 7.5% karena antisipasi terhadap aksi the Fed, sementara pasar berharap ada penurunan bunga setidaknya 25 bp.

Pasar Forex

Minggu lalu di pasar forex, mata uang dollar tercatat mengalami penguatan di posisi enam bulan tertingginya terhadap euro terangkat oleh kuatnya data sentimen konsumen yang mempertebal kemungkinan naiknya bunga pada bulan yang akan datang, di mana secara perpekan index dollar AS terlihat agak melemah ke level 98.950. Sementara itu, pekan lalu euro dollar terpantau melemah pada 1.0736. Untuk minggu ini, nampaknya euro akan berada di antara level support pada 1.0674 dan 1.0465 sementara resistance pada 1.1075 dan kemudian 1.1495.

Poundsterling minggu lalu terpantau menguat ke level 1.5223 terhadap dollar. Untuk pekan ini pasar berkisar antara level resistance pada 1.5515 dan 1.5660 sedangkan support pada 1.5035 dan kemudian 1.4960. Untuk USDJPY minggu lalu berakhir turun ke level 122.39. Pasar di minggu ini akan berada di antara resistance level pada 123.50 dan 125.26, serta support pada 120.00 serta level 118.07. Sementara itu, Aussie dollar terpantau naik ke level 0.7119. Range minggu ini akan berada di antara support level di 0.6900 dan 0.6775, sementara resistance level di 0.7385 dan 0.7655.

Pasar Saham

Untuk pasar saham kawasan, pada minggu lalu di regional Asia secara umum agak bercampur dengan bias penguatan sehingga kemungkinan akan terjadi kenaikan bunga the Fed pada bulan depan. Indeks Nikkei secara mingguan terpantau mengalami kenaikan ke level 19596. Rentang pasar saat ini antara level resistance di level 20665 dan 20965, sementara support pada level 18640 dan lalu 17820. Sementara itu, Indeks Hang Seng di Hong Kong minggu lalu berakhir melemah ke level 22396. Minggu ini akan berada antara level resistance di 24135 dan 25660, sementara support di 22345 dan 20500.

Bursa saham Wall Street minggu lalu terpantau melemah sekitar 3.5% menghentikan kenaikan enam minggu berturut-turut karena anjloknya harga komoditas dan sentimen kenaikan suku bunga dalam waktu dekat ini. Dow Jones Industrial setiap minggu melemah 3.71% ke level 17,241.70, dengan rentang pasar berikutnya antara resistance level pada 17995 dan 18345, sementara support di level 17108 dan 16730. Index S&P 500 minggu lalu melemah 3.63% ke level 2,016.72 dengan berikutnya range pasar antara resistance di level 2135 dan 2175, sementara support pada level 2010 dan 1970.

Pasar Emas

Untuk pasar emas, pada minggu lalu terpantau merosot pada posisi enam tahun terendahnya oleh indikasi the Fed yang akan segera menaikkan suku bunganya mulai Desember dan berakhir dalam harga emas dunia yang turun ke level $1081.85 per troy ounce. Untuk satu pekan ke depan emas akan berada dengan rentang harga pasar antara resistance di $1138 dan berikut $1190, serta support pada $1075 dan $1045. Di Indonesia, harga emas terlihat naik ke level Rp 481,481.