Riau Belum Gali Potensi Pada Sektor Perikanan



( 2016-12-15 09:13:29 )

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kepulauan Riau (Kepri) Gusti Raiza Eka Putra menuturkan, pertumbuhan ekonomi Kepri terendah pada kuartal III di Sumatera.

Pertumbuhan ekonomi Kepri mengalami pelambatan menjadi 4,6 persen pada kuartal III dari periode kuartal sebelumnya yang sebesar 5,6 persen. Angka tersebut juga masih di bawah pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di kisaran 5,2 persen.

"Bila dibandingkan dengan provinsi lain di Sumatera perekonomian Kepri menurun ke posisi 6 di Sumatera dalam kuartal ke III di 2016," ujar Gusti di ruangan aula utama Kantor perwakilan Bank Indonesia Provinsi kepri, Batam, Kamis (15/12/2016).

Padahal menurut Gusti, Kepri mempunyai banyak potensi yang perlu dikembangkan untuk mendorong kemajuan ekonominya. Salah satunya sektor perikanan. "Hampir 94 persen provinsi Kepri terdiri dari laut dan 6 persen darat potensi maritimnya sangat besar," tutur dia.

Potensi maritim rata-rata menurun 7,4 persen setiap tahun dalam enam tahun terakhir di Kepri. Hal ini diantaranya mencakup perikanan tangkap, perikanan budidaya. Untuk pemanfaatan perikanan Kepri hanya sebesar 10 persen dari potensi laut yang ada.

Terdapat beberapa tantangan untuk mengembangkan sektor maritim tersebut. Tantangan dan kendala untuk meningkatkan hasil tangkapan nelayan antara lain keterbatasan alat tangkap, keterbatasan bahan bakar subsidi, keterbatasan listrik,gudang es (storage ice). Sementara perahu nelayan rata-rata kecil tidak sesuai dengn kondisi.

Di sisi lain kepri belum memiliki pelelangan ikan sehingga mendorong nelayan melakukan jual beli hasil tangkapan ikan kepada nelayan-nelayan asing yang ada di tengah laut.

Dampak lainnya adalah melemahnya potensi pengembangan industri perikanan karena maraknya ilegal fishing oleh kapal asing di Kepri.

Kepulauan Riau terletak di jalur pelayaran internasional Selat Malaka yang merupakan jalur utama perdagangan dunia yang dilewati rata-rata 94.000 kapal per tahun.

"Potensi ini masih belum bisa dimanfaatkan karena terkendala pada infrastruktur. Pelabuhan utama terbatas di selat malaka rendah,” ujar dia.

Oleh karena itu, menurut Gusti pengembangan pada sektor maritim di Kepri perlu ditingkatkan untuk menopang pertumbuhan ekonomi. Apalagi potensi perikanan memberikan daya dorong ekonomi yang cukup besar di sektor perikanan.

Ia memprediksi ekonomi Kepri masih melambat pada kuartal IV 2016. Oleh karena itu, perlu upaya sinergi semua penggerak ekonomi diantaranya pemerintah, pengusaha dan yang lainnya.

"Di tahun 2017 pertumbuhan ekonomi kepri akan meningkat sekitar 4 hingga 5 persen dari sebelumnya. Jika sektor kemaritiman bisa dimaksimalkan dengan program-program yang jelas," tutur Gusti.