Ekonomi China Tumbuh Stagnan di 6,7%



( 2016-12-28 06:34:05 )

Bursa saham Shanghai Composite Index mengalami penurunan sebesar 0,3% di mana dari hasil data yang dirilis, China mengalami pertumbuhan ekonomi yang stagnan di angka 6,7%.

Demikian disampaikan oleh Analis Global Market Bank Mega, James Evan Tumbuan pada risetnya, Rabu (28/12/2016).

Dan untuk regional, Sterling masih berada dalam range yang sempit antara 30-35 pips dengan tahanan atas masih di angka 1.2300. Keterangan data fundamental AS yang dirilis juga menjadi faktor yang menahan kenaikan GBP.

Untuk JPY tingkat 117.90 masih menjadi perlawanan kuat untuk chart harian di mana yen secara jangka panjang masih memiliki potensi menguat hingga level 119.14.

Dari sisi global, Dollar Index mengalami penurunan sebanyak 7 basis poin terhadap majors ke level 102.98 di mana nilai tersebut merupakan rekor tertinggi kedua dalam beberapa pekan terakhir.

Saham AS mencatatkan rekor 20.000 lalu ditutup pada tingkat 19.945,04 atau menguat +11,23 di banding saat pembukaan. Dari sektor komoditas, gold meneruskan tren bullish ke 1140.28 setelah preferensi para pelaku pasar memegang Gold sebagai safe haven asset selama periode libur Natal dan tahun baru.

Di dalam negeri, bursa saham Indonesia meroket capai 1,5%, ditutup di level 5.102 pada penutupan kemarin. US$/IDR spot rate mengalami penurunan sebesar 5 poin bersamaan dengan penguatan mata uang IDR.

Rupiah diprediksi bergerak di angka Rp 13.400 hingga Rp 13.480. Pemerintah Indonesia merilis pertumbuhan GDP berada di angka 5% untuk tahun 2016 dan akan terus menjaga defisit di bawah 2,7% dari GDP. Inflasi MoM di bulan Desember diperkirakan berada di kisaran 0,2-0,3%.