Neraca Perdagangan Pada Bulan November Diperkirakan Alami Surplus US$ 900 Juta



( 2015-12-15 04:49:43 )

Ekonom Group Research DBS Bank Ltd, Gundy Cahyadi memperkirakan angka neraca perdagangan pada bulan November ini akan kembali memperoleh surplus sebesar US$ 900 juta. Estimasi tersebut lebih rendah dari realisasi surplus di bulan sebelumnya sebesar US$ 1,01 miliar.

"Tumbuhanya ekspor terkontraksi minus 10,2 persen, sedangkan untuk impor lebih besar yaitu minus 19,1 persen. Sehingga timbangan perdagangan pada bulan November ditaksir sebesar US$ 900 juta," terangnya.

Gundy mengatakan, perkiraan surplus neraca perdagangan dipicu oleh penurunan permintaan impor yang lebih besar dibandingkan perbaikan pertumbuhan ekspor.

"Nilai dan volume ekspor lanjut alami penurunan pada tahun ini. Sedangkan untuk impor bulanan terjatuh kurang lenih 30 persen sejak awal 2014 karena melemahnya upiah," ujar Gundy.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mengabarkan pertumbuhan neraca perdagangan Indonesia untuk periode Oktober 2015 mencapai US 1,01 miliar, sehingga secara bertahap sepanjang Januari-Oktober ini, timbangan perdagangan menembus sampai US$ 8,16 miliar.

Nilai ekspor pada bulan Oktober sebesar US$ 12,08 miliar atau mengalami penurunan sebesar 4 persen dibanding bulan September lalu. Sedangkan untuk impor mengalami kemerosotan 4,27 persen menjadi US$ 11,07 miliar dari September 2015.