Rupiah Hanya Sanggup Naik ke 13.000 per Dolar AS di 2016



( 2015-12-22 02:35:46 )

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) memprediksi bahwa nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali menguat pada kisaran 13 ribu di tahun depan. Angka ini diharapkan mampu menjadi titik keseimbangan baru.

Ketua Umum Apindo Haryadi Sukamdani mengakui, dengan keadaan ekonomi yang masih belum stabil pada tahun depan, akan sulit bagi rupiah untuk kembali ke Rp 10 ribu per dolar AS. Oleh karena itu, dapat kembali menguat ke posisi Rp 13 ribu sudah merupakan angka yang cukup ideal.

"Jika kembali pada level Rp 10 ribu berat, namun untuk kembali ke Rp 13 ribu itu mungkin. Dan diharapkan bisa jadi titik keseimbangan baru," ujarnya.

Haryadi berpendapat, hal ini dapat ditunjang oleh beberapa faktor, salah satunya oleh belanja pemerintah yang dapat direalisasikan dari awal tahun sehingga menyebabkan pergerakan ekonomi di dalam negeri kembali bergeliat.

"Saat ini yang menjadi poin positifnya adalah pemerintah mempercepat belanjanya. Belanja pemerintah juga harus dimajukan, jadi Januari sudah siap running. Saya pikir itu bagus. Jadi parameter yang positif," kata dia.

Disamping itu, meski harga komoditas diprediksi belum stabil di tahun depan, namun Haryadi menilai pemerintah dapat menekan sektor lain yang juga mampu menghasilkan pendapatan negara seperti salah satunya pada sektor pariwisata.

"Di sektor seperti pariwisata pun belum kita genjot, sektor yang digarap masih belum serius. Jadi ketika kita kehilangan pendapatan dari komoditas itu, bisa kita gantikan dengan pariwisata. Manufaktur nanti kan juga besar-besaran untuk promosi, semoga Pemda bisa dukung karena saya rasa itu bagus. Bisa menggantikan komoditas yang harganya lagi hancur," tandasnya.