Kekhawatiran Perang Dagang Berlanjut Menyeret Wall Street Menurun



( 2018-08-31 02:48:50 )

Wall Street ditutup melemah dipicu kekhawatiran perang perdagangan yang meningkat antara Amerika Serikat (AS) dan China.

Aksi jual terjadi pada pertengahan sore setelah muncul laporan jika Presiden AS Donald Trump ingin memberlakukan usulan tarif impor tambahan senilai USD 200 miliar pada produk China di awal minggu depan, lebih cepat dari perkiraan.

Melansir laman Retuters, indeks Dow Jones Industrial Average jatuh 137,65 poin, atau 0,53 persen, menjadi 25.986,92. Sementara untuk indeks S&P 500 kehilangan 12,91 poin, atau 0,44 persen, menjadi 2.901,13 dan Nasdaq Composite turun 21,32 poin, atau 0,26 persen, menjadi 8.088,36.

"Ketika Anda memiliki volume rendah, pasar lebih sulit menyerap tekanan beli atau penjualan yang menguat," kata Shawn Cruz, Manajer Strategi Pedagang TD Ameritrade di Jersey City, New Jersey.

Laporan Bloomberg bertepatan dengan upaya berkelanjutan antara Kanada dan Amerika Serikat untuk mengubah Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara (NAFTA) menjelang tenggat waktu pada hari Jumat.

Adapun saham Apple Inc (AAPL.O) ditutup menuju rekor tertinggi, mengalami kenaikan sebesar 0,9 persen menyusul berita bahwa perusahaan ini akan mengungkap iPhone terbarunya pada tanggal 12 September.

Saham Amazon.com (AMZN.O) naik 0,2 persen, ditutup di atas USD 2.000 untuk pertama kalinya dan mendekati untuk menjadi perusahaan AS kedua setelah Apple yang memiliki nilai pasar mencapai USD$ 1 triliun.

Adapun saham yang mencatatkan penurunan yakni milik Campbell Soup Co (CPB.N) yang merosot 2,1 persen. Ini setelah perusahaan mengumumkan rencana untuk menjual unit makanan dingin dan segar internasional miliknya dan membuka peluang untuk menjual seluruh bisnisnya.

Kemudian Saham Abercrombie & Fitch Co (ANF.N) yang anjlok 17,2 persen setelah pengecer pakaian itu tak mencapai penjualan sesuai harapan.

Pengecer diskon Dollar Tree Inc (DLTR.O) dan Dollar General Corp (DG.N) turun 15,5 persen dan 1,0 persen, masing-masing, setelah keduanya memberikan pandangan laba yang mengecewakan pada kekhawatiran margin.

Pada volume perdagangan di Bursa AS mencapai 5,99 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 6,09 miliar selama 20 hari perdagangan terakhir.