Iran Tak Mau Minyaknya Dibayar Dengan Dolar AS



( 2016-02-10 03:54:34 )

Usai dicabutnya sanksi ekonomi, Iran dapat kembali mengekspor minyaknya ke pasar internasional. Akan tetapi Iran tidak mau minyaknya dibayar dengan dolar Amerika Serikat (AS), namun hanya mau dibayar dengan euro.

"Prioritas utama kami adalah menerima uang tunai dan pembayaran minyak dalam bentuk euro," ujar Deputi Direktur dari Perusahaan Minyak Nasional Iran, Safar-Ali Karamati, Rabu (10/2/2016).

Hal ini menjadi sinyal kuat, bahwa Iran akan memperdalam hubungan bisnisnya dengan Eropa sejak sanksi ekonomi dicabut pada Januari 2016 lalu.

Untuk diketahui, bahwa ini bukan pertama kalinya Iran mencoba untuk menjauh dari dolar AS. Namun hanya dolar AS saja yang berlaku di pasar minyak dunia, bukan euro seperti yang diharapkan Iran.

Menurunkan ketergantungan terhadap dolar AS, dapat mengurangi guncangan bila sewaktu-waktu AS kembali memberlakukan sanksi.

Rencana Iran ini tidak memberikan gejolak terhadap pasar minyak. "Jika yang berkomentar Arab Saudi, baru akan menimbulkan masalah," tutur Win Thin, Analis Pasar Uang dari Brown Brother Harriman.

Brown Brothers merupakan salah satu perusahaan yang memperkirakan nilai euro akan terus jatuh terhadap dolar AS. Terutama jika bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed) meneruskan kenaikan suku bunga acuannya.

Pada beberapa pekan terakhir, sejumlah perusahaan Eropa sudah membuat kesepakatan bisnis dengan Iran. Disamping itu, Iran juga memesan 118 pesawat dari Airbus, pabrikan pesawat asal Prancis.