Harga Minyak Melemah Jelang Akhir Pekan



( 2016-03-11 03:42:41 )

Harga minyak AS anjlok pada perdagangan Kamis (Jumat dini hari) waktu Indonesia yang disebabkan perawatan kilang mengancam akan kenaikan persediaan minyak. Sumber mengatakan pertemuan negara pengekspor minyak (OPEC) tidak mungkin tanpa kehadiran Iran.

Reli awal pada dolar terjadi setelah Bank Sentral Eropa memotong suku bunga pinjaman nol juga memberi tekanan terhadap harga minyak dunia. Meskipun harga minyak mentah telah kembali pulih dari posisi terendah mereka yang disebabkan euro rebound pada komentar ECB yang mengarah pada ke tidak mungkinan pemotongan.

Minyak mentah berjangka merk Brent menurun US$ 1,02 pada level US$ 40,05 per barel, setelah sebelumnya di pekan ini sempat mencapai puncaknya pada US$ 41,48, level tertinggi sejak 9 Desember.

Minyak mentah AS tetap bertahan di US$ 37,84 per barel, turun 45 sen, atau 1,18 persen, setelah sempat mencapai US$ 38,51 pada Selasa, yang juga merupakan level tertinggi sejak 9 Desember.

Pada hari Rabu, minyak reli sebanyak 5 persen, dimana minyak mentah AS mencapai level tertingginya dalam tiga bulan dari US$ 38,51.

Permintaan global untuk minyak mentah biasanya menurun ketika kilang di seluruh dunia memasuki masa pemeliharaan musiman pada musim semi, yang mendekati permintaan puncak musim panas.

Beberapa analis merasa cemas bahwa meskipun AS menarik besar, stok bensin tetap masih tinggi pada kedua sisi Atlantik, yang bisa melemahkan pemulihan harga minyak secara terus menerus. Minyak mentah naik 30 persen pada bulan lalu yang sebagian didasarkan pada harapan bahwa driver akan menyerap kelebihan dalam bahan bakar.

"Penarikan bensin besar akan tetapi kita masih memiliki catatan stok minyak mentah yang cukup tinggi. Yang menjadi pertanyaan adalah apakah kita hanya akan bergantung pada anjloknya produksi US untuk dapat menurunkan itu, atau OPEC juga akan bertindak bersama-sama terkait pembekuan output," ujar David Thompson yang berbasis di Washington komoditas broker Powerhouse yang dilansir dari laman Reuters, Jumat (11/3/2016).